Secara ilmiah, earphone Bluetooth tidak terbukti lebih berbahaya daripada earphone kabel dalam penggunaan normal. Namun, keduanya memiliki risiko kesehatan yang berbeda jika digunakan secara tidak bijak.
Berikut adalah perbandingan mendalam dari sisi kesehatan:
1. Masalah Radiasi (Mitos vs. Fakta)
Banyak orang khawatir akan radiasi Bluetooth karena perangkat ini menempel langsung di kepala.
- Bluetooth: Menggunakan radiasi non-ionizing (frekuensi radio rendah) yang energinya sangat kecil untuk merusak sel atau DNA. Tingkat SAR (Specific Absorption Rate) Bluetooth jauh lebih rendah (sekitar 10-100 kali lebih kecil) dibandingkan radiasi dari ponsel saat Anda menelepon secara langsung.
- Kabel: Hampir tidak memancarkan radiasi frekuensi radio, namun tetap mengalirkan arus listrik kecil (ELF) yang dianggap sangat aman.
Kesimpulan: Secara radiasi, earphone kabel memang "lebih bersih," tetapi radiasi Bluetooth saat ini masih dalam batas aman yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia (WHO).
2. Ancaman Utama: Gangguan Pendengaran
Ini adalah risiko yang sama besarnya pada kedua jenis earphone. Kerusakan pendengaran tidak disebabkan oleh kabel atau nirkabel, melainkan oleh:
- Volume Suara: Mendengarkan di atas 85 desibel dalam waktu lama dapat merusak saraf pendengaran secara permanen.
- Durasi: Penggunaan terus-menerus tanpa jeda membuat telinga "lelah" dan meningkatkan risiko tinnitus (telinga berdenging).
3. Kebersihan dan Infeksi Telinga
Dalam hal ini, earphone Bluetooth (khususnya tipe TWS/Earbuds) sering kali memiliki risiko sedikit lebih tinggi:
- Sumbatan Udara: Earbuds nirkabel sering kali menutup saluran telinga secara total. Hal ini memerangkap kelembapan dan panas di dalam telinga, yang menjadi tempat favorit bakteri dan jamur untuk tumbuh.
- Kotoran Telinga: Karena bentuknya yang harus masuk cukup dalam agar tidak jatuh, earbuds cenderung mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam, yang bisa memicu penyumbatan (serumen prop).
Tabel Perbandingan Risiko Kesehatan
Tips Menggunakan Earphone dengan Aman
Apapun jenis yang Anda pilih, pakar kesehatan menyarankan aturan 60/60:
- Volume Maksimal 60%: Jangan pernah memutar suara hingga mentok.
- Durasi Maksimal 60 Menit: Berikan telinga waktu istirahat minimal 10 menit setelah penggunaan selama satu jam.
- Jaga Kebersihan: Rutin bersihkan eartips (karet earphone) dengan alkohol atau air sabun untuk mencegah infeksi bakteri.
- Gunakan Headphone (Over-Ear): Jika memungkinkan, gunakan tipe headphone yang menutupi telinga daripada earbuds yang masuk ke lubang telinga, karena sirkulasi udaranya lebih baik.

