Olahraga Yang Aman & Tidak Aman untuk Penderita Gangguan Asam Lambung


Bagi penderita maag atau gangguan asam lambung, menjaga kebugaran bisa menjadi tantangan tersendiri. Olahraga yang terlalu berat atau dilakukan dengan teknik yang salah justru dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Namun, bukan berarti Anda harus berhenti berolahraga. Aktivitas fisik yang tepat justru membantu memperlancar sistem pencernaan dan menjaga berat badan ideal, yang sangat penting untuk mengurangi tekanan pada lambung.

Berikut adalah panduan olahraga yang aman dan nyaman bagi penderita gangguan lambung:


Jenis Olahraga yang Direkomendasikan

Pilihlah olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang (low-impact) yang tidak memberikan tekanan berlebih pada area perut.


1. Berjalan Kaki

Ini adalah olahraga paling aman dan mudah. Berjalan kaki membantu menjaga tubuh tetap tegak, sehingga gravitasi membantu makanan tetap berada di lambung dan mempercepat proses pengosongan lambung secara alami.


2. Bersepeda Santai

Bersepeda di lintasan datar atau menggunakan sepeda statis sangat baik untuk jantung tanpa mengguncang organ dalam secara berlebihan. Pastikan posisi duduk tegak dan tidak terlalu membungkuk agar perut tidak tertekan.


3. Yoga dan Pilates

Yoga membantu mengurangi stres, yang merupakan salah satu pemicu utama asam lambung. Namun, hindari gerakan terbalik (kepala di bawah kaki) seperti headstand atau posisi yang menekan perut secara ekstrem.


4. Berenang

Berenang melatih seluruh otot tubuh tanpa memberikan beban berat pada sendi dan perut. Pastikan Anda tidak melakukan gaya yang terlalu menekan perut segera setelah makan.


5. Tai Chi

Mirip dengan yoga, Tai Chi melibatkan gerakan lambat dan pernapasan dalam. Ini sangat efektif untuk menurunkan tingkat stres (kortisol) yang sering kali menjadi pemicu utama asam lambung naik.


6. Elliptical Trainer

Jika Anda berolahraga di gym, mesin elliptical lebih disarankan daripada treadmill. Gerakannya lebih halus dan tidak menimbulkan guncangan keras pada tubuh (terutama perut) seperti saat berlari.


7. Latihan Peregangan (Stretching)

Peregangan ringan membantu fleksibilitas tanpa memberikan tekanan berlebih pada katup kerongkongan. Fokuslah pada peregangan area leher, bahu, dan punggung bawah.


8. Golf

Aktivitas berjalan di lapangan terbuka sambil mengayunkan klab secara santai termasuk olahraga low-impact yang aman bagi lambung, selama Anda tidak terlalu banyak membungkuk dalam waktu lama.


9. Badminton Santai

Selama dilakukan sebagai hobi (bukan kompetisi intens), badminton membantu membakar kalori tanpa harus melakukan gerakan akrobatik yang menekan perut.


Gerakan / Olahraga yang Harus Dihindari

Beberapa jenis latihan dapat memperburuk gejala maag karena meningkatkan tekanan intra-abdomen atau mengguncang isi lambung:

  1. Olahraga High-Impact: Berlari cepat (sprint), melompat, atau aerobik intensitas tinggi yang menyebabkan guncangan besar. Ini termasuk olahraga seperti futsal, sepakbola, basket dan voli.
  2. Angkat Beban Berat: Mengejan saat mengangkat beban dapat memaksa asam lambung naik ke kerongkongan.
  3. Latihan Perut Intens: Gerakan seperti sit-up atau crunch secara langsung menekan lambung.
  4. Lompat Tali (Skipping): Gerakan melompat terus-menerus memberikan guncangan vertikal yang kuat pada lambung. Hal ini memudahkan isi lambung "terlempar" naik ke kerongkongan.
  5. HIIT (High-Intensity Interval Training): Latihan dengan intensitas yang berubah secara drastis dalam waktu singkat memaksa tubuh bekerja sangat keras, yang dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu kram perut serta mual.
  6. Senam Lantai atau Akrobatik: Gerakan seperti meroda (cartwheel), berguling, atau gerakan apa pun yang membuat posisi kepala lebih rendah dari lambung (inversi) hampir pasti akan memicu gejala GERD.
  7. Olahraga Beladiri (Kickboxing/Karate): Selain intensitasnya yang tinggi, risiko terkena benturan atau pukulan di area perut sangat berbahaya bagi penderita maag kronis.
  8. Berlari di Medan Menanjak: Berlari menanjak membutuhkan usaha perut yang lebih besar untuk bernapas dan menyeimbangkan tubuh, yang secara otomatis meningkatkan tekanan di dalam rongga perut (intra-abdominal pressure).


Tips Aman Berolahraga bagi Penderita Maag

Agar sesi olahraga Anda tetap nyaman dan bebas dari rasa perih atau mual, perhatikan poin-poin berikut:

  1. Beri Jeda Setelah Makan: Tunggu setidaknya 2 hingga 3 jam setelah makan sebelum mulai berolahraga. Memulai latihan dengan perut penuh adalah pemicu utama refluks.
  2. Perhatikan Asupan Cairan: Minumlah air putih secara berkala dalam jumlah kecil. Minum terlalu banyak air sekaligus saat berolahraga dapat membuat lambung terasa penuh dan kembung.
  3. Gunakan Pakaian Longgar: Hindari celana atau korset yang terlalu ketat di bagian pinggang, karena tekanan eksternal pada perut dapat mendorong asam lambung naik.
  4. Kenali Batas Kemampuan: Jika Anda mulai merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn) atau mual saat berolahraga, segera berhenti dan istirahatlah dalam posisi tegak.
  5. Jika Anda sering mengalami refluks di malam hari, cobalah untuk berolahraga di pagi atau sore hari. Berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sistem saraf tetap aktif dan terkadang memperburuk gejala asam lambung saat Anda berbaring nanti.

Menjaga konsistensi dalam olahraga ringan jauh lebih baik daripada melakukan olahraga berat namun memicu kekambuhan penyakit. Selalu konsultasikan dengan dokter atau Personal Trainer jika Anda berencana memulai program latihan baru, terutama jika gejala lambung Anda sering kambuh.

Baca juga: Tips Pemakaian Minyak Kelapa Murni untuk Maag / Gangguan Asam Lambung

Danton Awan

Seorang praktisi medis holistik Ananopathy yang mempraktekkan pengobatan dengan nutrisi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Follow MedisHolistik.com untuk rutin mendapatkan update artikel via email >> Follow Sekarang <<