Belajar Medis Holistik: Benarkah SOP dan Standar Ilmiah Medis Konvensional Lebih Tinggi?

Medis konvensional biasa memberikan klaim bahwa mereka jauh lebih baik karena ada penelitian, SOP, dan juga “evidence-based science”, dibandingkan dengan pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif dan holistik, mereka katakan tidak memiliki dasar penelitian dan ilmiah yang kuat.

Nah, ini adalah suatu kebohongan dari komunitas medis konvensional karena holistik tradisional maupun modern telah memiliki banyak penelitian, SOP, dan “evidence-based science” yang jauh lebih baik karena tidak dimanipulasi demi keuntungan.

Saat ini pasien tidak memiliki ekspetasi tinggi terhadap alternatif dan holistik itu dikarenakan pengaruh cuci otak atau “brain wash” allopathy (medis konvensional) yang mensosialisasikan bahwa pengobatan alternatif itu adalah pengobatan “di bawah” allopathy dan tidak lebih baik daripada allopathy, jadi untuk apa berekspektasi tinggi kepada alternatif?!?

Sangat disayangkan sosialisasi yang diberikan oleh komunitas medis konvensional dan media masa tentang HIV/AIDS, flu burung dan flu babi, tentang diabetes, tentang kanker, gagal ginjal, dan sebagainya banyak memiliki kesalahan ilmu ilmiah. Komunitas kedokteran medis konvensional menganggap bahwa AIDS dan diabetes belum bisa disembuhkan. Komunitas ini sepertinya telah menutup mata ketika melihat bahwa pengobatan alternatif ataupun holistik modern telah berkali-kali berhasil menyembuhkan AIDS dan diabetes dengan mudahnya.

Disamping itu, STANDAR pengobatan komunitas kedokteran medis konvensional menolak untuk merubah standar pengobatan mereka yang telah terbukti GAGAL, untuk belajar dari pengobatan tradisional bahkan dari para ILMUWAN holistik, dengan dalil bahwa “pengobatan alternatif atau holistik masih kurang uji ilmiah-nya”.

Benarkah pengobatan alternatif atau holistik masih kurang uji ilmiah-nya? Pernyataan ini tidaklah benar. Itu hanya dalil komunitas kedokteran medis konvensional saja, padahal penelitian yang bersifat holistik telah SANGAT banyak dilakukan dan hasilnya telah mendukung kebenaran ilmu medis holistik mengenai berbagai macam penyakit.

Mana buktinya bahwa medis holistik modern banyak memiliki dasar-dasar ilmiah yang telah diuji dalam berbagai penelitian? Gampang. Jelajahilah internet dan Anda akan menemukan jutaan artikel-artikel ilmiah tentang kemanjuran alam ciptaan Tuhan dan juga keefektifan medis holistik dalam menyembuhkan berbagai penyakit.

Salah satu contoh uji ilmiah yang mendukung medis holistik adalah penelitian tentang khasiat jahe dalam memerangi kanker, seperti yang terpapar pada artikel berikut:

Jahe Menyebabkan Sel Kanker Rahim Mati

Jahe biasanya dikenal bermanfaat untuk mengurangi rasa mual dan mengendalikan peradangan. Namun para peneliti di University of Michigan Comprehensive Cancer Center menyelidiki manfaat baru dari jahe yaitu untuk mengobati kanker rahim.

Dalam studi laboratorium, para peneliti menemukan jahe bisa menyebabkan sel kanker rahim mati. Lebih lanjut lagi, cara sel kanker tersebut mati memperlihatkan bahwa jahe bisa menghindarkan masalah umum sel kanker rahim yang biasanya makin kebal terhadap perawatan secara konvensional.

Para peneliti mulai memperkenalkan hasil temuan mereka di dalam suatu sesi pertemuan tahunanAmerican Association for Cancer Research.

Para peneliti menggunakan bubuk jahe, serupa dengan dijual pada toko-toko sembako, sebagai standar penelitian mereka. Bubuk jahe telah dilarutkan dalam air dan diberikan pada sel kanker rahim. Jahe memicu kematian sel di semua bentuk sel kanker rahim yang diuji.

Lebih dari itu, para peneliti menemukan bahwa jahe menyebabkan dua jenis kematian sel. Satu jenis, dikenal sebagai apoptosis, suatu proses yang menyebabkan sel kanker melakukan tindakan bunuh diri. Jenis kematian sel lainnya disebut autophagy, menyebabkan sel memakan atau menyerang diri sendiri (sesama sel kanker).

“Kebanyakan rahim para pasien kanker mengembangkan penyakit yang sering kumat karena reaksi penolakan alami terhadap pemberian kemoterapi baku akan apoptosis. Jika jahe dapat menyebabkan kematian sel autophagic sebagai tambahan terhadap apoptosis, ini bisa digunakan sebagai pengganti perawatan kemoterapi konvensional,” kata pengarang studi J. Rebecca Liu, M.D., Profesor Asisten obstetrics and gynecology di U-M Medical School dan anggota dari U-M Comprehensive Cancer Center.

Hasil studi ini baru awal, dan para peneliti merencanakan untuk menguji apakah mereka dapat memperoleh hasil serupa pada hewan percobaan. Penelitian pada jahe sebagai perawatan potensial untuk kanker rahim juga memperlihatkan jahe tidak memiliki efek samping dan mudah dikemas dalam bentuk kapsul.

Jahe efektif dalam mengendalikan peradangan apalagi peradangan yang menyebabkan berkembangnya sel kanker rahim. Dengan menghentikan reaksi peradangan, para peneliti menduga, jahe juga akan menghentikan sel kanker untuk bertumbuh.

“Dalam berbagai bentuk sel kanker rahim, kami menemukan bahwa jahe menyebabkan kematian sel kanker serupa atau lebih baik dibandingkan obat kemoterapi yang biasanya diterapkan untuk merawat sel kanker rahim,” ujar Jennifer Rhode, M.D., seorang gynecologic oncology di U-M Medical School.

Laboratorium Liu juga meneliti efek-efek yang terjadi pada kanker rahim oleh karena resveratrol, yaitu suatu zat yang ada pada anggur merah, dan curcumin, bahan aktif dalam golongan rempah-rempah. Sebagai tambahan, para peneliti di U-M Comprehensive Cancer Centerjuga menyelidiki jahe untuk mengendalikan rasa mual dari efek kemoterapi dan juga untuk mencegah kanker usus.

“Pasien menggunakan produk-produk alami baik sebagai pengganti atau digunakan bersamaan dengan kemoterapi, dan kita tidak mengetahui jika mereka manjur atau bagaimana mereka manjur. Kita tidak mengetahui bagaimana produk-produk ini berinteraksi dengan kemoterapi atau perawatan kanker lainnya. Tidak ada data klinis yang baik,” ujar Liu. Oleh karena itulah penelitian ini diadakan.

Sumber: medicalnewstoday.com, 9 April 2006

 

WEBSITE MEDIS HOLISTIK PALING BANYAK DIKUNJUNGI OLEH PARA “NETTER” DI SELURUH DUNIA

Untuk melihat artikel-artikel lainnya yang memuat kehebatan penyembuhan holistik dan laporan-laporan uji ilmiahnya, Anda bisa mengaksesnya di internet.

Berikut adalah 25 website kesehatan holistik paling banyak dikunjungi oleh para “netter” di seluruh dunia berdasarkan kategori Alexa.com. Anda bisa mengaksesnya untuk membuktikan sendiri kata-kata saya bahwa medis holistik memiliki standar ilmiah dan SOP lebih tinggi dibandingkan medis konvensional. Di sini Anda akan menemukan banyak “evidence-based science” yang jauh lebih kredibel (karena didukung dengan “buah” yang baik) dibandingkan medis konvensional.

 

Website Holistik Paling Banyak Dikunjungi

http://www.mercola.com/forms/rankings.htm

 Nama WebsiteURL
1.Dr. Mercolawww.mercola.com
2.Preventionwww.prevention.com
3.Motheringwww.mothering.com
4.Health A to Zwww.healthatoz.com
5.Dr. Weilwww.drweil.com
6.LEFwww.lef.org
7.Gary Craig’s EFTwww.emofree.com
8.Weston A. Price Foundationwww.westonaprice.org
9.Dr. Choprawww.chopra.com
10.Chet Daywww.chetday.com
11.HSI Baltimorewww.hsibaltimore.com
12.Health World Onlinewww.healthy.net
13.Dr. Mirkinwww.drmirkin.com
14.Seek Wellnesswww.seekwellness.com
15.Shirley’s Wellness Cafewww.shirleys-wellness-cafe.com
16.ChiroWebwww.chiroweb.com
17.True Star Healthwww.truestarhealth.com
18.Dr. Whitakerwww.drwhitaker.com
19.Consumer Labwww.consumerlab.com
20.Dr. D’Adamowww.dadamo.com
21.Dr. Stollwww.askwaltstollmd.com
22.Gary Nullwww.garynull.com
23.Holistic Healingwww.holisticmed.com
24.Whole Health MDwww.wholehealthmd.com
25.Charming Healthwww.charminghealth.com

 

STOP AJARAN SALAH DI MEDIS KONVENSIONAL SEKARANG JUGA!

Alasan mengapa praktisi holistik modern perlu mengkoreksi (bukan menjatuhkan) medis konvensional adalah karena medis konvensional selalu:

  • Merendahkan Tuhan dengan slogan nonverbal-nya: “obat buatan kami lebih baik dibandingkan alam ciptaan Tuhan. Jangan percaya dengan herbal dan alam yang belum diuji klinis.” Memang pernyataan ini tidak terucap langsung, tapi terlihat dari sikap dan tindakan. Itulah sebabnya sampai sekarang orang lebih percaya dokter dibandingkan praktisi holistik, datang ke dokter dulu baru ke pakar medis holistik. Cara kerja manusia diutamakan, sedangkan cara kerja Tuhan dikesampingkan atau jadi urutan paling akhir.
  • Menyebarkan kebohongan bahwa obat konvensional jauh lebih aman dibandingkan alam, padahal terbukti bahwa obat kimia memiliki lebih banyak efek samping dibandingkan alam.
  • Mencemari dan merusak alam (air, tanah, hewan, tumbuhan, dan tubuh kita) ciptaan Tuhan dengan cara memproduksi, “memaksa” mengkonsumsi, dan membuangnya di air, tanah, hewan, tumbuhan, dan tubuh kita.
  • Menyesatkan publik dengan pandangan bahwa penelitian (yang adalah cara kerja manusia) adalah bukti nomer satu untuk menetapkan kebenaran dibandingkan fakta sehari-hari dan sejarah (yang adalah cara kerja Tuhan untuk menyatakan suatu kebenaran). Penelitian itu BISA DIMANIPULASI, sedangkan fakta sehari-hari dan sejarah tidak bisa. Penelitian paling utama dipakai untuk MENJELASKAN suatu hal atau kebenaran, BUKAN SEBAGAI BUKTI UTAMA akan suatu hal atau kebenaran.
  • Dengan malprakteknya telah membunuh jutaan orang dalam setahun diseluruh dunia, MELEBIHI kasus kecelakaan, perang, pembunuhan, dan bencana alam!

Yang kami tentang bukanlah dokternya, tapi sistem medis konvensional mereka. Beberapa dari mereka yang memiliki hati yang baik dan memiliki pikiran terbuka, mau belajar dari pengobatan holistik dan memakai alam. Akhirnya dokter-dokter ini beralih menjadi dokter holistik (kembali ke ajaran Bapak kedokteran yang juga holistik). Untuk Anda yang berpaling ke holistik, saya ucapkan selamat, karena Anda telah memilih jalan yang benar dan terbaik. Selamat bergabung di dunia pengobatan holistik!

Tidak semua sains medis konvensional itu salah, ada juga benarnya kok. Namun sungguh disayangkan, standar yang ditetapkan banyak yang salah sehingga menimbulkan banyak malapetaka. Nah, untuk menghentikan lebih banyak lagi jatuhnya korban, sains medis konvensional perlu dikoreksi atau direformasi.

ARV, kemoterapi, mamografi, obat kimia, dan standar pengobatan medis konvensional lainnya bukanlah pengobatan yang terbaik, malahan membawa petaka dalam jangka panjang. Dari 100% obat-obatan kimia di dunia ini, kita hanya butuh 1% saja yang aman dan bermanfaat (dari semua jenis dan merek obat). 99% lainnya bisa disingkirkan.

Dt Awan (Andreas Hermawan)


PS: Ingin belajar lebih lagi tentang sains medis holistik? Silahkan Anda download ebooknya gratis DI SINI.


Posting Komentar

0 Komentar