Peneliti Turki Bikin Implan Otak untuk Atasi Epilepsi, Seperti Apa?



Perkembangan teknologi medis dunia kian maju. Salah satu yang sedang dikembangkan oleh para ilmuwan dunia adalah implan otak untuk mengatasi epilepsi.

Implan tersebut dikembangkan oleh sekelompok ilmuwan Turki di kota Gaziantep. Mereka mengklaim implan tersebut merupakan buatan lokal pertama yang secara signifikan mengurangi serangan epilepsi. 

Implan yang disebut EpiStop itu merupakan hasil kerja sama para dokter, ahli teknik, dan pakar perangkat lunak selama 3 tahun. Mereka mengklaim bahwa EpiStop telah menunjukkan hasil positif pada 30 persen pasien uji coba. 

Bahkan, pada beberapa pasien, serangan epilepsi dapat sepenuhnya berakhir. 

Implan ini nantinya akan ditempatkan di bawah kulit di tulang rusuk pasien dan menempel pada saraf dengan kabel. Selanjutnya EpiStop akan mengirimkan arus listrik ke otak untuk membantu melawan resistensi pasien terhadap pengobatan epilepsi. 

Frekuensi arus implan tersebut dapat disesuaikan. Selain itu, para peneliti menyebut bahwa EpiStop dapat diisi ulang setiap enam bulan tanpa dikeluarkan. 

Saat ini, implan tersebut dalam proses sertifikasi, ungkap Hayati Deniz, asisten profesor yang menjadi penasehat proyek tersebut. 

"Beratnya hanya 10 gram, dan kita bisa memproduksinya secara massal," ungkap Deniz dikutip dari Daily Sabah, Selasa (16/01/2018). 

"Ini adalah pertama kalinya implan semacam itu dikembangkan di Turki... Setelah proses sertifikasi selesai, kami akan memulai penjualan," sambungnya. 

Asisten profesor Ibrahim Erkutlu, yang mengerjakan pengembangan EpiStop, mengatakan bahwa implan tersebut diproduksi untuk membantu pasien epilepsi yang memiliki ketahanan terhadap obat-obatan. 

"(Implan) ini memiliki beberapa fitur yang berbeda dari perangkat lain di pasaran, di antaranya adalah dapat diisi ulang dan tidak perlu diganti begitu baterai habis seperti implan otak lainnya," ujar Erkutlu. 

"[EpiStop] mungkin tidak sepenuhnya menyembuhkannya, tapi ini akan menurunkan kejang pada sebagian besar pasien," imbuhnya.

Sumber: KOMPAS.com

Buatan Versus Alami

Sebenarnya tidak salah dengan teknologi ini, tapi masyarakat awam tidak menyadari bahwa herbal dan suplemen anti epilepsi yang manjur itu sudah ada sejak lama. Tapi sayangnya herbal ataupun suplemen ini tidak banyak dikenal oleh karena "dituduh" tidak ilmiah. 

Apakah benar herbal dan suplemen anti epilepsi tidak ilmiah? Wah, pernyataan ini salah. Penelitian ilmiah untuk herbal dan anti epilepsi sudah ada, hanya saja tidak diakui dan diremehkan karena di satu sisi, yang alami akan menjadi saingan untuk yang kimia/sintetis. Jadi alasan tidak dikenal luas adalah lebih karena alasan bisnis dan marketing saja.

Bahkan ada beberapa keunggulan obat alami dibandingkan yang sintetis, dan ini terungkap di lapangan, yaitu:
  1. Aman tidak ada efek samping.
  2. Bisa menyembuhkan tidak hanya mengendalikan kejangnya.
  3. Tidak perlu dikonsumsi seumur hidup jika sudah sembuh.
  4. Jauh lebih murah karena tidak perlu repeat order seumur hidup, tidak perlu biaya treatment karena efek samping (efek samping juga perlu biaya lho), dan tidak perlu opname rumahsakit (akibat efek samping yang parah).
  5. Tidak menyakitkan (tanpa operasi ataupun implan).
  6. Tidak perlu lama melihat hasilnya.
Anda bisa melihat contoh obat alami anti epilepsi yang terbukti nyata kemujarabannya pada kasus-kasus di bawah ini:




Tapi ingat: Seperti halnya tidak boleh pakai obat sembarangan, Anda juga jangan sembarang pakai herbal atau suplemen anti epilepsi. Salah memilih herbal atau suplemen bisa membuat Anda kecewa karena tidak membuahkan hasil sama sekali atau bahkan kondisi makin parah. 

Alangkah lebih bijak jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter holistik atau pakar medis holistik mengenai terapi yang tepat untuk kasus Anda.

Anda juga bisa mendapatkan konsultasi GRATIS di MedisHolistik.com tentang kejang epilepsi dengan cara klik DI SINI.