Kabar mengejutkan datang bagi pencinta gaya hidup sehat.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa partikel plastik tak kasat mata atau mikroplastik kini tidak hanya ditemukan di laut, tetapi sudah merambah ke dalam jaringan buah dan sayuran yang kita konsumsi sehari-hari.
Mirisnya, beberapa jenis sayur dan buah yang mengandung mikroplastik tertinggi justru merupakan makanan yang sangat digemari oleh warga Indonesia.
Daftar "Juara" Kontaminasi Mikroplastik
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research dan studi dari Universitas Catania, Italia, merinci daftar komoditas pangan nabati dengan tingkat kontaminasi paling mengkhawatirkan:
(1) Apel: Menempati urutan teratas untuk kategori buah. Ditemukan rata-rata 195.500 partikel plastik per gram.
(2) Wortel: Menjadi sayuran yang paling terkontaminasi. Karena tumbuh di dalam tanah (akar), wortel menyerap mikroplastik lebih banyak dibandingkan sayuran daun, dengan angka melebihi 100.000 partikel per gram.
(3) Pir: Berada di posisi kedua kategori buah dengan angka sekitar 189.500 partikel per gram.
(4) Selada: Meski memiliki kadar lebih rendah dibanding wortel, selada sering ditemukan mengandung potongan plastik yang ukurannya lebih besar.
Bagaimana Plastik Masuk ke Dalam Buah?
Para ilmuwan menjelaskan bahwa mikroplastik masuk melalui sistem perakaran. Tanaman menyerap air tanah yang sudah tercemar partikel plastik kecil. Partikel ini kemudian bergerak naik melalui batang dan mengendap di dalam daging buah atau jaringan sayur. Selain itu, penggunaan plastik dalam proses pengemasan dan distribusi pasca-panen turut menambah beban kontaminasi tersebut.
Solusi: Cara Meminimalisir Paparan Mikroplastik pada Makanan
Meskipun sulit untuk menghindari mikroplastik secara total karena sudah mencemari lingkungan secara sistemik, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risikonya:
1. Kupas Kulit Buah dan Sayur
Banyak mikroplastik menempel di bagian kulit luar akibat paparan udara atau proses pencucian yang tidak bersih. Mengupas kulit apel, pir, atau wortel dapat membantu mengurangi jumlah partikel yang ikut tertelan, meskipun sebagian kecil sudah masuk ke bagian dalam daging buah.
2. Cuci dengan Air Mengalir dan Sabun Khusus Food-Grade
Jangan hanya merendam sayuran. Gunakan air mengalir untuk meluruhkan partikel plastik yang menempel di permukaan. Penggunaan sabun khusus buah dan sayur yang aman (food-grade) juga membantu mengangkat residu polutan lebih efektif.
Alternatif alaminya adalah merendam dan mencucinya dengan air larutan cuka dengan perbandingan 3:1.
3. Pilih Sayuran Daun di Atas Sayuran Akar
Menurut pakar kesehatan, sayuran daun seperti bayam atau kangkung cenderung memiliki konsentrasi mikroplastik yang lebih rendah dibandingkan sayuran akar (seperti wortel atau lobak), karena plastik lebih banyak terkumpul di bagian akar tanaman.
4. Kurangi Penggunaan Kemasan Plastik Sekali Pakai
Hindari membeli buah atau sayur yang sudah dikupas dan dibungkus plastic wrap di supermarket. Proses gesekan antara plastik kemasan dan makanan dapat menambah jumlah mikroplastik yang menempel pada bahan pangan tersebut.
5. Gunakan Filter Air di Rumah
Karena air irigasi adalah salah satu sumber utama kontaminasi, memastikan air yang Anda gunakan untuk mencuci bahan makanan sudah melewati sistem filtrasi yang baik dapat membantu mengurangi paparan tambahan.
6. Dukung Pertanian Organik yang Berkelanjutan
Meskipun tidak menjamin bebas plastik sepenuhnya, pertanian organik yang meminimalisir penggunaan mulsa plastik dan bahan kimia sintetis cenderung memiliki ekosistem tanah yang lebih sehat.
*Anda bisa beli sabun khusus cuci buah dan sayur di link https://s.shopee.co.id/50VOPxzIEt
**Untuk filter air, bisa beli di link https://s.shopee.co.id/5L8EotLpoN
