Pestisida Bisa Sebabkan Gangguan Tiroid


Bahan-bahan kimia kembali menjadi penyebab gangguan kesehatan. Perempuan yang sering terkena paparan pestisida rawan terkena gangguan tiroid, yakni hormon yang mengatur keseimbangan dengan hormon lainnya.

Hormon tiroid banyak terdapat di leher. Gangguan ini kadang tidak berasa tapi ada juga yang mengalami tanda nyeri leher atau benjolan bengkak.

Gangguan tiroid menyebabkan kesulitan menelan, kelelahan, demam dan serak. Jika gejalanya terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme) dapat membuat diare, gugup, berkeringat, tremor, berat badan menurun. Sebaliknya, jika gejala terlalu sedikit hormon tiroid (hipotiroidisme) akan membuat tidak tahan dingin, sembelit, kelelahan.


Dr Whitney S. Goldner dan rekannya dari University of Nebraska Medical Center di Omaha melaporkan bahwa masalah kelenjar tiroid lebih umum terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki.

Peneliti menemukan banyaknya bukti mengenai hubungan antara pestisida dan gangguan tiroid. Peneliti mengamati lebih dari 16.500 perempuan yang sudah menikah dengan laki-laki yang pekeraannya menggunakan pestisida di daerah Iowa dan Carolina Utara.

Sebanyak 12,5 persen perempuan dilaporkan mengalami gangguan tiroid, sebagian besar memiliki kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid) dan sekitar 2 persennya memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid).

Peneliti menemukan perempuan yang sering terpapar pestisida organoklorin seperti aldrin, DDT dan lindane memiliki kecenderungan 1,2 kali lipat lebih tinggi memiliki gangguan hipotiroids. Selain itu, peneliti juga melihat 44 jenis pestisida yang berbeda.

“Secara umum tingkat diagnosis dari penyakit gangguan tiroid berkisar antara 1 hingga 8 persen,” ujar Dr Goldner, seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/2/2010).


Pestisida lain yang juga diduga bisa meningkatkan risiko gangguan tiroid adalah Chlordane, pestisida ini meningkatkan risiko hipotiroid sebesar 1,3 kali lebih tinggi. Sedangkan pembasmi jamur yang mengandung benomyl dan maneb (mancozed) berisiko 2-3 kali lipat lebih tinggi menyebabkan hipotiroid.

Sebagian besar penderita masalah tiroid tidak menyadari bahwa produksi hormonnya terganggu, gangguan ini bisa dideteksi melalui pemeriksaan darah dengan melihat kadar dari hormon T3, T4 dan TSH di dalam tubuhnya.

Sumber: DetikHealth

PS: Untuk mendapatkan Paket Terapi khusus gangguan tiroid silahkan Anda menghubungi kami dengan klik DI SINI.


Lebih baru Lebih lama
Follow MedisHolistik.com untuk rutin mendapatkan update artikel via email >> Follow Sekarang <<